LitGirls: Bookbound Dungeons – RPG Anime yang Mengubah Sastra Klasik Menjadi Petualangan Dungeon

Bagaimana jika karakter dari karya sastra
terkenal berubah menjadi anggota party
dalam sebuah RPG bergaya anime?
Itulah konsep utama LitGirls:
Bookbound Dungeons, game Dungeon Crawler
yang dikembangkan oleh NANAIRO ENTERPRISE
dan diterbitkan DANGEN Entertainment.
Game ini mengambil inspirasi dari tokoh
sastra seperti Alice, Juliet, Dante,
dan Raven, kemudian menghadirkannya
sebagai karakter perempuan dengan
kemampuan dan identitas masing-masing.
Pemain bertugas membentuk kelompok,
menjelajahi dungeon berbahaya,
mengumpulkan sumber daya, dan
kembali ke markas untuk memperkuat
karakter sebelum ekspedisi berikutnya.
Walaupun memiliki visual anime yang
cerah, LitGirls mengusung sistem
pertarungan strategis dengan konsekuensi
serius. Posisi karakter, kondisi mental,
dan kemampuan yang digunakan dapat
menentukan keberhasilan sebuah misi.
Informasi Game LitGirls: Bookbound Dungeons
| Developer | NANAIRO ENTERPRISE |
|---|---|
| Publisher | DANGEN Entertainment |
| Genre | Dungeon Crawler, Turn-Based RPG, JRPG |
| Tema | Anime, Fantasy, Classic Literature |
| Visual | Anime, 2.5D |
| Platform | PC Windows (Steam) |
| Mode | Single-player |
| Steam App ID | 4181850 |
| Rencana Rilis | 2027 |
| Status | Coming Soon |
Dunia Sastra Klasik dengan Sentuhan Anime
Salah satu daya tarik LitGirls adalah
pendekatannya terhadap karya sastra
klasik. Tokoh-tokoh yang biasanya
dikenal melalui novel, puisi, atau
cerita legendaris diinterpretasikan
kembali menjadi karakter anime.
Nama Alice mengingatkan pada
Alice’s Adventures in Wonderland,
sementara Juliet berhubungan
dengan kisah Romeo and Juliet.
Dante dan Raven juga mengambil
inspirasi dari tradisi sastra
yang berbeda.
Pendekatan tersebut memberikan
peluang untuk menghadirkan dunia
dungeon dengan identitas visual
dan tema yang bervariasi.
Alih-alih mengikuti cerita asli
secara langsung, game ini
menggunakan inspirasi sastra
sebagai dasar petualangan fantasy.

Membangun Party dari Karakter Sastra
Pemain tidak hanya mengendalikan
satu karakter. LitGirls menggunakan
sistem party yang memungkinkan
beberapa karakter bertarung
sebagai satu kelompok.
Setiap karakter dapat diperkuat
melalui perkembangan kemampuan,
perlengkapan, dan pilihan skill.
Pemain perlu menyesuaikan komposisi
tim dengan jenis ancaman
yang akan dihadapi.
Karakter dengan kemampuan
menyerang dapat ditempatkan
bersama anggota yang lebih
cocok untuk mendukung tim.
Namun, efektivitas komposisi
bergantung pada posisi dan
kemampuan yang tersedia.
Sistem ini mendorong pemain
bereksperimen dengan kombinasi
karakter daripada hanya
mengandalkan satu anggota
party yang paling kuat.
Turn-Based Combat dengan Empat Baris Formasi
LitGirls menggunakan sistem
pertarungan turn-based yang
mengutamakan pengambilan
keputusan secara taktis.
Karakter pemain bertarung
dalam empat baris formasi,
sementara musuh juga memiliki
susunan kelompok sendiri.
Setiap anggota party mendapatkan
satu aksi pada setiap giliran.
Pemain harus menentukan kapan
menyerang, menggunakan kemampuan,
atau mengambil keputusan
defensif yang lebih aman.
Penempatan karakter menjadi
bagian penting dari strategi.
Formasi yang tidak sesuai
dapat membuat anggota party
lebih mudah terkena serangan.
Dengan demikian, keberhasilan
tidak hanya ditentukan oleh
level karakter, tetapi juga
pemahaman terhadap sistem
pertarungan dan kondisi musuh.

Sistem HP dan Pathos: Fisik dan Mental Sama Pentingnya
Salah satu mekanik menarik dalam
LitGirls adalah keberadaan
dua kondisi utama karakter:
HP dan Pathos.
HP menggambarkan kesehatan fisik,
sedangkan Pathos berkaitan
dengan kondisi mental karakter.
Keduanya perlu diperhatikan
selama eksplorasi dungeon.
Ketika HP mencapai nol,
serangan berikutnya dapat
menyebabkan kematian karakter.
Sementara itu, Pathos yang
habis dapat menghancurkan
semangat bertarung anggota party.
Sistem tersebut menambah
tekanan ketika pemain
mempertimbangkan apakah
harus melanjutkan eksplorasi
atau kembali ke markas.
Sebuah ekspedisi mungkin
menghasilkan banyak harta,
tetapi keputusan terlalu
berisiko dapat menyebabkan
kehilangan anggota tim.
LOGOS: Kekuatan Kata dalam Pertarungan
LitGirls memperkenalkan sistem
LOGOS, yaitu kumpulan kata
berkekuatan khusus yang
dapat dikoleksi dan digunakan
oleh karakter.
LOGOS dapat memberikan
peningkatan kemampuan pasif
atau digunakan dalam
pertarungan untuk membantu
menghadapi situasi berbahaya.
Sistem ini memperkuat
tema sastra dalam gameplay.
Kata-kata bukan hanya
bagian dari cerita,
melainkan juga sumber
kekuatan karakter.
Pemain perlu memilih
kombinasi LOGOS yang
sesuai dengan strategi
dan komposisi party.
Eksplorasi Dungeon dan Risiko Setiap Ekspedisi
Dungeon dalam LitGirls
berisi jalur menyerupai
labirin, monster,
jebakan, sumber daya,
dan boss yang menantang.
Setiap ekspedisi memiliki
tujuan yang perlu
diselesaikan. Namun,
menyelesaikan misi saja
tidak cukup jika party
gagal kembali dengan selamat.
Pemain harus mempertimbangkan
persediaan, kondisi karakter,
dan potensi hadiah sebelum
memutuskan untuk masuk
lebih jauh ke dungeon.
Sumber daya yang berhasil
dibawa pulang dapat
digunakan untuk memperkuat
party dan mengembangkan
markas utama.
Astral Scriptorum sebagai Markas Utama
Di antara ekspedisi,
pemain kembali ke
Astral Scriptorum,
sebuah tempat perlindungan
misterius yang berada
di luar ruang dan waktu.
Markas ini menjadi pusat
persiapan sebelum menjelajah.
Pemain dapat meningkatkan
karakter, mengembangkan
fasilitas, memilih skill,
dan menyiapkan perlengkapan.
Hadiah yang diperoleh
dari dungeon digunakan
untuk mendukung perkembangan
Astral Scriptorum.
Dengan sistem tersebut,
terdapat hubungan langsung
antara risiko eksplorasi
dan kemajuan jangka panjang.

Musik oleh Yoshitaka Hirota
Musik LitGirls melibatkan
Yoshitaka Hirota, komposer
yang dikenal melalui
kontribusinya pada
seri Shadow Hearts.
Kehadiran komposer tersebut
menjadi salah satu aspek
menarik bagi penggemar JRPG,
terutama mereka yang
menyukai soundtrack
dengan atmosfer fantasy.
Fitur Utama LitGirls: Bookbound Dungeons
- Anime Dungeon Crawler: RPG dengan karakter perempuan terinspirasi sastra klasik.
- Party-Based RPG: Membentuk dan mengembangkan kelompok karakter.
- Turn-Based Combat: Pertarungan strategis dengan empat baris formasi.
- HP & Pathos: Mengelola kesehatan fisik dan kondisi mental anggota party.
- LOGOS System: Menggunakan kata berkekuatan khusus untuk buff dan kemampuan.
- Dungeon Exploration: Menjelajahi labirin berisi monster, jebakan, dan boss.
- Base Development: Mengembangkan Astral Scriptorum menggunakan hasil ekspedisi.
- Character Progression: Meningkatkan kemampuan dan perlengkapan party.
- Classic Literature: Dunia serta karakter terinspirasi karya sastra terkenal.
- Single-player: Petualangan RPG yang berfokus pada strategi.
Spesifikasi PC LitGirls: Bookbound Dungeons
| Komponen | Minimum | Rekomendasi |
|---|---|---|
| OS | Windows 11 | Windows 11 |
| CPU | Intel Core i7-8700K / AMD Ryzen 2000 | Intel Core i5-10400 / AMD Ryzen 5 3600 |
| RAM | 8 GB | 8 GB |
| GPU | GeForce GTX 1070 | GeForce GTX 2060 |
| Storage | 4 GB | 4 GB |
Persyaratan sistem tersebut
berasal dari halaman Steam
dan dapat berubah menjelang
perilisan resmi.
Apakah LitGirls Layak Ditunggu?
LitGirls menawarkan perpaduan
menarik antara visual anime,
inspirasi sastra klasik,
dan gameplay Dungeon Crawler
yang menekankan strategi.
Sistem HP dan Pathos
membuat kondisi karakter
menjadi lebih kompleks
daripada RPG yang hanya
mengandalkan health bar.
Selain itu, penggunaan
LOGOS sebagai kemampuan
memberikan identitas
tersendiri yang sesuai
dengan tema literatur.
Namun, keberhasilan konsep
tersebut akan bergantung
pada variasi dungeon,
keseimbangan karakter,
dan seberapa menarik
perkembangan party
dalam jangka panjang.
Karena game belum dirilis,
kualitas keseluruhan
masih perlu dinilai
setelah pemain dapat
mencoba versi lengkapnya.
Tanggal Rilis LitGirls di Steam
LitGirls: Bookbound Dungeons
dijadwalkan rilis pada 2027
untuk PC Windows melalui Steam.
Tanggal dan bulan peluncuran
belum diumumkan.
Game ini sudah dapat
ditambahkan ke Steam Wishlist
agar pemain menerima
pemberitahuan ketika
informasi rilis tersedia.
ANDA MUNGKIN SUKA



